Secara hukum, pelaku dapat dijerat dengan (Pasal 27B jo Pasal 45) terkait tindak pidana pemerasan melalui media elektronik, serta UU Pornografi . Cara Menghindari Penipuan VCS
: Saat sesi video call dimulai, pelaku sering kali tidak benar-benar ada di depan kamera. Mereka memutar video vulgar wanita lain dari ponsel berbeda untuk mengelabui korban agar mau melepas pakaian atau melakukan tindakan asusila.
: Hindari berinteraksi intim dengan akun anonim atau orang asing yang menggunakan foto terlalu menggoda.
: Jangan pernah menunjukkan wajah atau organ intim kepada siapa pun di internet, karena platform digital sangat mudah untuk direkam.
: Sering kali penipu mengarahkan korban ke grup Telegram atau situs luar melalui link tertentu yang bisa mencuri data pribadi. Apa yang Harus Dilakukan Jika Menjadi Korban?
Kejahatan ini tidak hanya menyebabkan kerugian materi, tetapi juga beban psikologis yang berat. Beberapa kasus mencatat kerugian mulai dari jutaan hingga miliaran rupiah karena korban terus diperas berkali-kali.
: Segera setelah sesi berakhir, pelaku mengirimkan hasil rekaman tersebut kepada korban. Mereka mengancam akan menyebarkannya ke keluarga, teman kantor, atau media sosial jika korban tidak mengirimkan sejumlah uang. Risiko dan Kerugian
Hati-hati dengan modus penipuan berkedok layanan Video Call Sex (VCS) yang sering menggunakan nama panggung seperti "Kak Mawar Jilbab Nakal" atau embel-embel platform tertentu seperti "INDO18". Praktik ini merupakan bentuk kejahatan siber yang dikenal sebagai sextortion atau pemerasan seksual.
Berikut adalah ulasan mendalam mengenai cara kerja modus ini dan bagaimana Anda bisa melindungi diri dari jeratan penipu. Apa Itu Modus "Kak Mawar Jilbab Nakal"?
: Tanpa disadari korban, pelaku merekam seluruh aktivitas layar selama video call berlangsung.